Rabu, 18 Oktober 2017

Raksa Online: Pelayanan dan Senyum Customer

Asuransi? Apa yang pertama terpikir kalau dengar kata itu? Pasti yang terbayang adalah, kita membayar sekian rupiah, untuk jaminan kalau terjadi sama apa yang kita jaminkan. Tapi, kadang, harapan tak sesuai kenyataan. Ada yang bilang, mengajukan klaim asuransi itu susah. Apalagi kalau asuransi kendaraan. Malah, ada yang sampai mengikhlaskan premi yang sudah masuk karena susahnya buat klaim.


Jumat, 29 September 2017

Membaca dan Menulis di Zaman Now



Kalau kita ngomongin tentang budaya membaca dan menulis, pasti yang terbayang di pikiran kita adalah membaca dan menulis buku. Dua kegiatan itu lumrah dilakukan buat menambah ilmu, kecerdasan, dan kebajikan. Orang yang ke mana-mana bawa buku, identik sama orang cerdas. Buku adalah jendela ilmu dan jendela dunia. Orang-orang tua bangga kalau anak mereka suka baca, apalagi suka menulis.

Lalu, muncullah perabot kekinian: smartphone.  Semua orang punya smartphone, ke mana-mana bawa smartphone. Di angkutan umum, mal, kafe, sekolah, sampai tempat ibadah, orang-orang pegang smartphone. Hari gini gak bawa smartphone udah kayak orang baru dateng dari abad pertengahan. Tua-muda, semua punya smartphone.

Kamis, 14 September 2017

Booklovers, Gedung Baru Perpusnas Diresmikan!



Para Pecinta Buku kini punya tempat baru yang asyik untuk menghabiskan waktu dengan membaca. Kamis, (14/9), Presiden Jokowi akan meresmikan gedung baru Perpusnas di Jalan Medan Merdeka No. 11, Jakarta Pusat/

"Acaranya mulai jam 10.00. Akan diresmikan oleh Presiden Jokowi," kata Kepala Perpustakaan Nasional, Drs. Syarief Bando, MM, dalam konferensi pers Peresmian Perpustakaan Nasional, Rabu, (13/9), di Perpustakaan Nasional.

Berbagai persiapan telah dilakukan untuk perhelatan tersebut, seperti pemasangan panggung, meja-meja makan, juga penataan lobby utama di lantai dasar. Usai diresmikan, Perpusnas akan terbuka untuk umum.

"Mulai jam 12.00, Perpusnas terbuka untuk masyarakat," tambahnya.




Kamis, 07 September 2017

Membaca Dunia Menulis Semesta dalam Blogger Muslimah Meet Up



30 muslimah yang berprofesi sebagai blogger meramaikan Blogger Muslimah Meet Up yang digelar Ahad, (27/8). Acara yang mengusung tema "Membaca Dunia Menulis Semesta" ini dihelat di Nutrifood Inspiring Center (NIC), Jakarta, dan disponsori oleh Gogobli, Viva Cosmetics, butik MargaW dan She Collection.

Kamis, 31 Agustus 2017

Film Korea-Koreaan


Kalau ditanya, mending nonton film Korea atau film Korea-Koreaan, jawaban saya pasti yang pertama: film Korea. Korea thok, tanpa diulang dan diimbuhi akhiran "an" yang bikin katanya jadi semakna sama "mobil-mobilan" atau "dokter-dokteran".

Rabu, 30 Agustus 2017

Klasifikasi Jam Tayang, Buat Apa?

Kapan hari, saya ikut seminar Pemenuhan Hak Kesehatan Anak Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Kemendikbud. Sebenernya, tema acara yang diadain Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia ini tentang upaya promotif dan preventif mencegah malnutrisi pada anak. Tapi, saya mau bahas materinya KPI aja. Materi intinya udah banyak yang bahas hehe.
Kata KPI nih, setiap tayangan ada klasifikasi jamnya berdasarkan usia. Acara-acara yang tayang di jam-jam tersebut, termasuk iklan-iklannya, harus ngikutin aturan KPI.
Pembagiannya begini:
Buat anak-anak pra sekolah, alokasi waktunya jam 05.00 - 09.00
Buat umur 6 - 12 tahun (anak SD), waktunya jam 05.00 - 18.00
Umur 13 - 18 tahun, jam 18.00 - 22.00
Lebih dari itu jamnya dewasa.
Ngeliat pembagian waktu kayak begitu, yang duluan terlintas di kepala saya adalah acara Dangdut Pantura. Heh, are you sure itu tayangan masuknya di jam anak SMP-SMA? Bukan apa-apa, tapi coba deh liat tayangannya kayak apa, dan jogetnya kayak gimana. Apa anak-anak tanggung itu lagi diajarin goyang Pantura?
Belum lagi, sinetron kebut-kebutan dan hewan jejadian yang sempet booming di kalangan anak-anak, dari yang belum sekolah sampai yang rada gedean dikit. Jangankan lagu-lagunya, ceritanya aja pada hafal. Kalau mereka ngumpul, bahasannya cerita di sinetron. Bocah sampai bela-belain dateng ke pusat kota demi ikut jumpa fans.
Sebenernya, tayangan-tayangan itu udah ada label R/BO yang artinya tayangan itu emang buat remaja, tapi butuh pendampingan dan bimbingan orang tua. Masalahnya, sekarang yang nonton orang tuanya, dan bocah mendampingi.
KPI sebenernya udah punya aturan tentang tayangan dan iklan yang tayang. Jangankan tayangan kayak gitu, berita-berita aja ada batasannya. Misalnya, gak boleh nyebut "korban pemerkosaan", tapi ganti sama "korban kekerasan seksual". Tapi, kok tayangannya masih kayak gitu aja?
Nah, di situlah tugas para ortu. Tayangan televisi yang banyak banget, dan iklan juga yang segambreng, bikin KPI kesusahan buat amatin satu persatu. Mereka udah kirim pesan ke para ortu buat bantuin mereka. Itu, tulisan BO di label tayangan.
Soalnya, belum tentu semua tayangan buat anak-anak itu aman. Liat aja Tom & Jerry. Bentuknya emang kartun, tapi anarkis banget. Anak-anak kan cuma liat itu film kartun, film anak-anak. Tapi, kalau aksi saling mencelakakan ala Tom & Jerry itu dilakuin bocah di kehidupan nyata, serem juga.
Udah selayaknya para ortu pilah-pilih tayangan buat anak-anaknya. Ortu pasti punya impian anaknya akan jadi apa di masa depan. Cocokin impian sebagai ortu dengan tayangan-tayangan yang bisa ditonton anak, jangan lupa dampingin.
Di masa sekarang, tayangan edukasi kalah rating. Industri pasti lebih pentingin tayangan-tayangan yang banyak menghasilkan, meski nilai pendidikannya minim. Waktunya ortu kendalikan dunia dengan kuasai remote TV!
*asli nih tulisan gaje bgtz

Selasa, 29 Agustus 2017

Ayo Temukan Ladang Gandum di Wahana Roma Sky Pirates


Trans Studio Bandung sekarang punya wahana baru lagi. Namanya Wahana Roma Sky Pirates. Dari namanya, hm... udah kebayang kan, serunya. Di situ, kita akan diajak berpetualang mencari ladang gandum keemasan bersama para bajak laut. Bentuk wahananya juga kayak kapal laut. Bener-bener bikin kita ngerasain jadi Jack Sparrow.

Senin, 28 Agustus 2017

Hei, Ini Waktunya Menghias Wajah, Bukan Menghias Kertas!


Di Blogger Muslimah Meet Up kemaren ada Beauty Class dari Viva Cosmetics. Yang sponsorin gogobli.com. Kirain, mereka dateng cuma mau promo dan kasih tutorial dandan. Ternyata bukan, Sodara-Sodara! Bener, mereka emang promo produk-produknya, dan bagi-bagi tutorial. Tapi...

Sebelum Beauty Class mulai, mereka nyusun segala jenis perabot di meja. Ada kotak besar, beberapa plastik, kuas, bandana, dan penutup baju kayak yang dipake salon buat potong rambut supaya rambutnya gak kena baju. Masing-masing bangku ada sepaket itu. Buat apa? Setelah semua rata ada paket itu, peserta disuruh duduk di bangku deket paketan itu.

Saya bukan orang yang suka dandan, tapi suka gambar meskipun gak jago. Lihat kuas berbagai bentuk dan ukuran, in my mind, Woah, kayaknya asyik nih, buat ngeratain cat air, bisa bikin efek-efek. Tapi, lama-lama keplok jidat juga. Itu kan kuas buat mewarnai di muka, bukan di kertas.

Jadi inget kejadian tahun lalu. Saya bikin status di BBM tentang brush. Terus, ada beberapa orang yang komentar. Ada yang nyuruh beli, ada yang jelasin fungsi-fungsi brush, ada yang infoin toko brush yang murah dan bagus. Semua komenan itu arahnya ke brush make up. Padahal, yang saya maksud brush Photoshop.

Lalu, mentor dari Viva Cosmetics jelasin cara-cara bersihin muka dan fungsi-fungsi make up removal. Abis itu, dicolekin dua macem foundation (yayasan?). Satunya pakai di kelopak mata, satu lagi pakai di muka. Cara ngeratainnya di muka juga dikasih tau.

Setelah berbedak, dibagiin lagi dua pensil: pensil alis dan eyeliner. Pas saya buka tutup pensilnya, saya mupeng. Gimana gak mupeng, pensilnya lebih hitam daripada pensil warna saya. Bahannya juga kayaknya lebih empuk. Bisa kali, buat tebelin pinggiran gambar.

Tapi sayang, ternyata pensilnya buat tebelin pinggiran mata, bukan pinggiran gambar. Huh, baiklah, saya nurut. Mereka ajarin cara pakai pensil eyeliner itu, dari arah mana ke mana buat tarik garisnya. Buat saya, tebelin pinggiran mata itu jauh lebih susah daripada tebelin pinggiran gambar. Saya nikmatin aja, anggap lagi menggambar, kan.

Kelopak mata udah diwarnain, pipi dan bibir juga udah. Tutorial dandan udahan. Cute? Yeah, buat saya yang gak biasa menghias wajah selain pakai bedak dan lipstick, muka saya berasa beda gitu. Padahal make up-nya natural.

Terus, saya lihat blogger-blogger lain. Woah! Beauty! Kece-kece! Yang tadinya seacan-acan gak pernah saya lihat pakai make up, kemarin pakai. Efek mukanya jadi beda. Tutorial dari Viva berhasil!

Apa ada di antara mereka yang Beauty Blogger, saya gak tahu. Yang jelas, kemarin mereka jadi Blogger Beauty!

Sering-sering aja ada Beauty Class, biar saya jadi terbiasa dan ngeh kalau itu peralatan menghias wajah, bukan menghias kertas, meskipun kayaknya saya gak cocok-cocok amat kalau didandanin.

Tengkyu banget Blogger Muslimah dan Viva Cosmetics.

*pic cr Kle95-Deviantart


Minggu, 27 Agustus 2017

Mengatasi Abang Ojol Kepo

Temen-temen yang suka naik ojek online atau taksi online pasti pernah ngalamin ketemu drivers dengan bermacem-macem karakter. Ada yang suka ceritain pengalaman, ngajak diskusi, atau kepo. Tipikal ke tiga ini yang ngeselin.

"Mba, umurnya berapa?"
"Udah nikah?"
"Anaknya udah berapa?"
"Udah lama tinggal di situ?"
"Tinggalnya sama siapa?"

Bete kan, kalo ditanya-tanya kayak gitu di sepanjang jalan? Kalau jarak dekat mungkin masih bisa disabar-sabarin. Tapi, kalau jarak jauh? Pengen minta turun aja, kan.

Nah, gimana caranya supaya driver ojol gak kepo?

Cukup senyumin dan jawab singkat pertanyaannya, dan jangan detil-detil banget.

"Mba, umurnya berapa?" 23
"Udah nikah?" Udah
"Anaknya udah berapa?" 3
"Udah lama tinggal di situ?" Penduduk asli

Udah, kayak gitu aja. Nanti drivernya juga bakalan males nanya-nanya lagi. Kalau dia mau cerita atau apa, gak apa-apa, yang penting jangan kepo kan.

Kita emang musti ramah sama semua orang. Tapi, kalau dikepoin dan kita gak suka, kita juga harus bertindak.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Gak Fokus Nulis? Yuk, Pancing Pakai Cara Ini



Saya biasanya nulis malam-malam, gelap-gelapan. Suasana yang gak bising lumayan efektif buat naikin konsentrasi. Apalagi di masa-masa ODOP begini, yang tiap hari harus bikin tulisan. Bener-bener harus manfaatin jam-jam biologis nulis supaya bisa posting terus.

Tapi, ternyata semua gak semulus bayangan. Saya dihadapkan sama situasi sebaliknya. Udah tengah malem, tapi lampu masih nyala, masih ada yang ngobrol, teve nyala, dan mood saya bener-bener lagi di kerak bumi. Masalah selanjutnya: besok gak memungkinkan buat posting ODOP.

Aku kudu piye?

Gak mungkin minta matiin lampu kalau ada orang yang masih mau ngobrol kan? Gak mungkin juga minta matiin teve pas masih ada yang nonton. Gak mungkin nyuruh mereka berenti ngobrol. Secara, orang-orang tua.

Saya paksain nulis, buka blog dari HP. Tulis judul, selesai satu paragraf, gak sanggup buat lanjutin paragraf berikutnya. Gak ada satu kata pun terlintas. Frustasi, saya simpen tulisan di draft.

Terus, saya buka draft baru. Cari energi dari bahasan-bahasan yang happening. Tapi, tetep aja tulisan gak beranjak dari paragraf pertama. Bingung. Kesel sama diri sendiri. Migrain.
Konon, ada beberapa cara buat berdamai sama situasi yang di luar perkiraan, konsentrasi yang minim, tapi harus tetep nulis.

1. Musik
Tips ini datengnya dari Gagas, sesama Aspergers. Konsentrasi  Asperger bisa lenyap karena suara-suara gak teratur. Tapi, kalau suaranya teratur, justru bisa mancing konsentrasi. So, dia dengar musik pake headset tiap ngerjain tugas. Situasi gak mendukung jadi gak ngaruh.

2. Game
Daripada matiin komputer atau nyuruh dia tidur, mending pake buat main game. Saya biasanya main Virtual Pyrotechnics. Selain karena saya Pyros, main kembang api beneran ngeganggu orang. Cukup main dari awal sampai kalah, mood udah mendingan. Main game itu fungsinya buat mengalihkan fokus dari sesuatu yang besar (situasi sekitar) ke sesuatu yang lebih kecil (kita dan laptop).

3. Nonton
Fungsinya nonton sama kayak main game. Bedanya, gak ada target yang dikejar. Jadi, bisa fokus ke tayangannya aja. Saya cenderung pilih tontonan ringan dan seru, kayak Running Man. Selain fokus teralih, tontonan ringan dan seru, apalagi lucu, bisa meredakan suasana hati yang gemuruh.

4. Baca
Kalau baca buku susah konsentrasi, coba blogwalking. Cari tulisan yang menurut kita menarik, sesuai minat. Kalau di blog temen gak ada, coba tanya Mbah Gugel. Saya biasanya mangkal di blognya Pisang, baca fanfict. Selain buat mancing fokus, membaca juga bisa jadi sarana mendulang ide.

5. Makan
Kalau gak inget pipi, kegiatan ini paling asyik buat mancing mood. Makan makanan kesukaan bikin hati tenang perut kenyang. Kalau udah kenyang, ujung-ujungnya ngantuk, hehe.  Cara ini sejalan banget sama quote, "No Logistik, No Logika". Saat perut terisi, suasana hati membaik, fokus meningkat. Lingkungan yang gak sesuai harapan terabaikan.

Alhamdulillah, berhasil juga kan, bikin postingan ini. Meskipun, beberapa draft lainnya terpaksa masuk tong sampah. Saya pakai cara yang mana, hayo? 

Kalau caranya temen-temen, gimana? Share, dooong.

*pic cr on pic